Promolagi.com hadir sebagai Media Online Promosi Usaha Indonesia yang memberikan Informasi dan Promosi berbagai aneka usaha secara online, cepat dan mudah kepada masyarakat Indonesia
  •  




     
    Pencarian Info Usaha :
     

    Becak dan andong Yogyakarta

     
    • Becak dan andong YogyakartaBecak dan andong Yogyakarta
     
    Buat masyarakat Jakarta, tentunya keberadaan becak yang pernah menjadi salah satu alat transportasi sudah tidak bisa kita dapatkan saat ini. Andaipun ada, hanya beberapa saja yang menggunakannya sebagai sarana angkut barang di pasar-pasar tradisional dengan merubah wujudnya seperti grobak atau pada event-event tertentu, seperti acara pawai kota.

    Keberadaan becak di Jakarta sudah tidak diperkenankan lagi, Jakarta bebas becak. Kemacetan yang sudah sangat tinggi di Jakarta, dengan banyaknya kendaraan pribadi dan berbagai jenis angkutan umum lainnya, mungkin saja sebagai satu alasan kenapa becak tidak diperkenankan lagi "berseliweran" di jalan, apalagi becak dengan laju yang lambat di jalan, akan membuat semakin parahnya kemacetan.

    Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Lain Jakarta, lain juga Yogyakarta, dimana keberadaan becak di kota Yogyakarta tetap dipertahankan sebagai salah satu alat transportasi, khususnya pendukung pariwisata kota Yogyakarta.

    Cerita singkat dari Yogyakarta, yang kami kunjungi beberapa waktu lalu dalam Jelajah Keindahan Pulau Jawa (9-16 September 2010), mengenai becak dan andong (dokar Jogja) yang sangat menarik menjadi perhatian.

    Becak Yogyakarta

    Sebagai salah satu alat transportasi yang "mendominasi" kota Jogja, tidak salah kalau ada yang menyebutnya sebagai "kota becak". Dimana keberadaan becak tidak terlepas dari semaraknya wisata di kota ini. Sebagai sarana transportasi murah dan bebas polusi, banyaknya becak di kota Yogyakarta juga menjadi sumber kehidupan banyak orang.

    Melihat becak-becak Jogja, sekilas sama dengan becak-becak yang pernah kita jumpai, namun bila dengan seksama kita perhatikan, ternyata ada beberapa perbedaan yang unik. Yang antara lain yaitu, becak Jogja tampak lebih "jangkung" atau tinggi, sehingga saat naik biasanya becak akan dijungkit agar penumpang lebih mudah menaikinya. Tidak itu saja, becak Jogja ada juga yang menggunakan mesin motor sebagai pengganti kaki yang menggayuh pedal dan uniknya lagi becak Jogja ada plat nomor becak atau Tanda Nomor Kendaraan Tidak Bermotor (TNKTB) dengan huruf depannya "YB".
    Yang artinya, bahwa becak-becak Jogja terdaftar dan tertata rapi layaknya sepeda motor atau mobil. Informasi yang kami peroleh dari pengemudi becak, bahwa plat nomor becak dibagikan cuma-cuma oleh Dishub dan tidak ada biaya retribusinya. Ini luar biasa, ternyata becak-becak Jogja mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat.


    Ramainya becak Jogja

    Becak bermotor, yang dapat kita jumpai di beberapa tempat di sekitar kraton, memang sudah tidak banyak yang digunakan, walaupun mesinnya masih melekat di rangka becak. Alasannya, karena sudah tidak diperkenankan lagi. Namun penglihatan kami, masih ada yang menggunakannya, ini digunakan saat melewati jalanan menanjak.

    Saat Anda di Jogja, jangan heran bila pengemudi becak-becak disini menawarkan dengan harga murah. Seperti yang ditawarkan pengemudi becak di dekat Monumen Serangan 1 Maret 1949, dengan harga Rp. 5.000,- saja kita akan diantar keliling area kraton dengan sedikitnya 5 lokasi dengan waktu yang panjang. Anda mau tahu rahasianya? Tanya punya tanya sama pengemudi becak dan memperhatikan area lokasi yang mereka antar, ternyata lokasi yang mereka antar adalah lokasi belanja. Yang artinya semakin banyak mereka dapat mengantarkan dan terjadi transaksi pembelian, mereka akan mendapatkan komisi.

    Hebat ya? Ternyata pengemudi becak juga sebagai tenaga marketing atau salesman freeland di Jogja. Keramahan para pengemudi becak Jogja patut mendapatkan acungan jempol, tidak saja mereka sebagai pengemudi, mereka juga siap menemani "ngobrol" dan menjadi guide wisata. Banyak pengemudi becak yang bisa berbahasa asing, seperti bahasa Inggris dan mereka siap membantu untuk mencarikan tempat penginapan, bila kita belum mendapatkan hotel atau penginapan lainnya.

    Jadi, bila Anda ke Jogja dan belum mendapatkan atau kesulitan mencari tempat penginapan, tanya saja sama pengemudi becak, mereka banyak tahu informasi di mana tempat penginapan yang masih kosong, terutama saat musim liburan. Seperti yang ada di Jalan Parangtritis, sampai larut malam para pengemudi becak banyak dijumpai di sepanjang jalan ini, satu alasan karena area ini "berjubel" aneka kelas penginapan. Tidak ada patokan harga untuk memberi "uang tips" mengantar untuk pengemudi becak yang mencarikan tempat penginapan.

    Amannya jalan-jalan kota Jogja pada malam hari, hemat kami tidak terlepas dari peranan para pengemudi becak yang banyak mangkal di sepanjang jalan dan di depan-depan hotel atau kawasan yang menjadi keramaian wisatawan.
    Ini luar biasa, jadi tidak mengherankan kalau Jogja tetap mempertahankan keberadaan becak, walaupun sarana transportasi lainnya tetap ada. Transportasi murah, bebas polusi dan menyenangkan untuk wisata menikmati kota Jogja.

    Andong Yogyakarta

    Di Jogja, kereta dengan kuda disebut dengan andong. Bentuknya seperti dokar (bendi), hanya perbedaannya andong memiliki roda 4 yang bisa ditarik oleh satu atau dua kuda dan dokar beroda 2 dengan satu kuda saja. Bila kita perhatikan, karena andong beroda 4, sehingga kuda tidak menahan beban di pundaknya, dengan demikian kuda hanya menarik saja, yang tentunya akan lebih cepat dibandingkan dokar dimana kuda menahan beban di pundaknya.

    Andong yang mirip dengan kereta kencana kesultanan, memiliki sepasang roda yang lingkarannya lebih kecil di depan dan sepasang lagi lebih besar di belakang. Uniknya lagi, andong Jogja memiliki beberapa warna di rodanya, seperti kuning, hijau dan coklat, serta dibedakan untuk andong wisata dan andong biasa. Andong wisata biasanya kusirnya menggunakan blangkon dan pakaian khas Jawa, ini dapat dengan mudah kita lihat, termasuk tulisan yang ada di keretanya. Sama halnya dengan becak, andong juga diberi plat nomor andong dengan huruf  "YK" di depannya.

    Andong wisata dapat dengan mudah kita dapatkan di seputar Malioboro dan Kraton Yogyakarta, umumnya dapat mengangkut 5 orang. Andong-andong tampak kelihatan terawat dengan baik, bersih dan juga memiliki kantong pembuangan kotoran kuda, sehingga tidak akan mengotori jalan-jalan di kota Jogja. Ongkos menyewa andong pun sangat bervariasi, tergantung jarak, banyaknya lokasi yang dikunjungi dan ada juga yang mengenakan tambahan dengan lebihnya waktu.


    Andong wisata Jogja

    Sangat mengesankan, itulah yang akan kita dapatkan saat wisata di Jogja, bersama becak atau andong mengelilingi berbagai obyek wisata di kota Jogja. Kami sarankan juga, jangan lewatkan untuk mampir untuk sekedar melihat-lihat atau berbelanja di area Alun-alun Lor kraton, lokasi yang didominasi para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan aneka kerajinan, souvenir, pakaian, makanan dan barang lainnya.


    (jepretan lainnya)

    Info lainnya :
    Kraton Yogyakarta
    Pantai Parangtritis Jogja
    Oleh : Admin Pl.com , Tanggal : 14 October 2010 , Dilihat : 1816 kali.
       
    Buat Aneka Info Lihat Semua Aneka Info Share ke Facebook  
     
    BACA JUGA ANEKA INFO LAINNYA :
    Danau Sunter (Sunter Lake) - Jakarta
    Sentra Bisnis Mangga Dua-Jakarta
    Jalan Pandanaran Kota Semarang
    "Geliat" usaha penjualan helm standard SNI
    Megahnya Situs Megalith Gunung Padang Cianjur
    Indahnya Indonesiaku (JF2011) : MENTAWAI, Indonesia Hidden Treasure (2)
    Jalan Merdeka - Tangerang
    Taman Ujung Karangasem Bali
    Jl. Sakura Raya Cengkareng "sepeda motor"
    Bisnis : Toko Online
     
       
 
Seluruh isi iklan promosi, informasi, komentar & gambar yang dipasang oleh pengguna diluar tanggung jawab Promolagi.com.